STP (Segmentation, Targeting, Positioning)

1. Konsep Inti STP

    Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh, terpadau dan menyatu dibidang pemasaran yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran dari suatu perusahaan. Strategi pemasaran juga bertujuan untuk meningkatkan penjualan, karena penjulan merupakan ujung tombak dari strategi yang diterapkan disebuah perusahaan. Strategi pemasaran harus didasarkan atas analisa lingkungan dan internal perusahaan melalui analisa keunggulan dan kelemahan perusahaan, serta analisa kesempatan dan ancaman yang akan dihadapi perusahaan dari lingkungannya. Selain itu strategi yang telah dijalankan harus dinilia kembali, apakah masih sesuai dengan kondisi saat ini. Menurut Philip Kotler (2007), mengatakan bahwa inti pemasaran strategis modern terdiri atas tiga langkah pokok yang sering disebut STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning). Langkah pertama yakni mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli. Langkah kedua adalah penentuan pasar sasaran, dan langkah ketiga adalah positioning, yaitu tindakan membangun dan mengkomunikasikan manfaat pokok yang istimewa dari produk di dalam pasar.

2. Konsep Nilai Pelanggan

Nilai pelanggan (customer value) adalah ikatan emosional yang muncul antara pelanggan dengan produsen berupa manfaat ekonomi, fungsional dan psikologis dari konsekuensi pelanggan menggunakan produk dan jasa dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Nilai pelanggan ditentukan oleh dua hal yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit). Tahap awal yang dapat dilakukan dalam membangun nilai pelanggan adalah dengan memahami kebutuhan pelanggan dengan cara promosi dan kegiatan komunikasi pemasaran dan melakukan perancangan dan pengendalian kualitas yang efektif dengan cara mengurangi biaya. Setelah memahami kebutuhan pelanggan dan melakukan perancangan serta pengendalian kualitas yang efektif baru kemudian membuat kualitas yang super bagi pelanggan. Pada saat kualitas produk tersebut diterima oleh pasar, maka akan terbentuk nilai pelanggan, nilai pelanggan yang tinggi akan menghasilkan keuntungan, pertumbuhan, nilai saham yang tinggi pula.

a. Pasar Grosir, Pengecer, dan Eksportir

- Pasar Grosir

Pedagang yang membeli barang dalam jumlah besar dan menjualnya kepada pedagang lain atau pengecer, tidak langsung kepada konsumen.

- Pasar Pengecer

Pasar pengecer merupakan kegiatan bisnis perdagangan (penjualan barang atau jasa) yang langsung disalurkan kepada konsumen akhir untuk digunakan sebagai kebutuhan pribadi, keluarga atau keperluan rumah tangga bukan untuk dijual kembali.

- Pasar Eksportir

Eksportir merupakan kegiatan perseorangan atau badan hukum dengan melakukan kegiatan ekspor. Jika kegiatan ekspor dilakukan dalam skala yang cukup besar, maka proses pengiriman tersebut akan melibatkan Bea Cukai yang berperan sebagai pengawas lalu lintas pada suatu Negara. Seluruh barang yang hendak diekspor akan selalu mempunyai ketentuannya sendiri tergantung dari jenis barang tersebut. Tidak semua masyarakat atau individu mampu melakukan ekspor karena mereka harus mengikuti beberapa prosedur yang harus diikuti

b. Pelanggan Lokal, Nasional, dan Internasional

- Pelanggan Lokal

Pelanggan lokal merupakan pelanggan yang berada disekitar lokasi suatu perusahaan atau produsen tersebut. Pelayanan yang dilakukan terhadap pelanggan local lebih mudah, karena mereka akan memilih barang sendiri sesuai yang dibutuhkan.

- Pelanggan Nasional

Pelanggan nasional merupakan pelanggan yang berada di luar lokasi suatu perusahaan atau produsen tersebut, akan tetapi masih dalam satu Negara.

- Pelanggan Internasional

Pelanggan Internasional merupakan pelanggan yang berasal dari luar negeri, biasanya pelanggan internasional ada karena produk yang dibutuhkan tidak ada di negaranya.

3. Segmentation

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar keseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat heterogen ke dalam homogen dalam segala aspek. Pemasar memandang suatu pasar tertentu terdiri dari banyak bagian yanglebih kecil yang masing-masing bagian memiliki karakterisktik tertentu yang sama (dalam bagian tersebut). Berdasarkan segmentasi tersebut, kemudian perusahaan berusaha mengembangkan program-program pemasar yang terpisah untuk memenuhi kebutuhan khas masing-masing segmen.

4. Targeting

Setelah memetakan pasar, tahap selanjutnya yaitu targeting, targeting adalah membidik target market yang telah dipilih dalam analisa segmentasi pasar. Targeting adalah memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dimasukiatau cara perusahaan mengoptimalkan suatu pasar dan dalam penetuan pasarperusahaan harus menggunakan konsep prioritas, variabilitas, fleksibilitas. Konsep variabilitas digunakan untuk menghadapi persaingan yang sudah semangkin meningkat, karena perusahaan tidak bisa memberikan pelayanan yang sama kepada semua orang yang sudah di prioritaskan.

5. Positioning

Positioning merupakan salah satu proses dari strategi STP. Setelah membagi pasar menjadi beberapa segmen pasar berdasarkan indikator-indikator tertentu dan memilih satu atau beberapa segmen pasar tersebut untuk dijadikan pasar sasaran, selanjutnya adalah menentukan posisi yang ingin diwujudkan dalam benak konsumen. Penempatan posisi menjelaskan strategi mengenai bagaimana cara bagaimana perusahaan membedakan produknya dibandingkan dengan pesaing didalam benak konsumen positioning dilakukan untuk menciptakan citra baik yang diharapkan perusahaan, maksudnya adalah keterkaitan langsung dengan bagaimana konsumen yang berada pada segmen pasar tertentu dalam mempersepsikan produk perusahaan.

Komentar

Postingan Populer