Bauran Lokasi dan Saluran Disrtibusi

 1. Konsep lokasi dalam bauran pemasaran

Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga akan menjadikan biaya sewa atau investasi tempat menjadi mahal. Tingginya biaya lokasi tersebut dapat terkompensasi dengan mengurangi biaya pemasaran. (Widjaja, 2009). 


2. Lokasi usaha yang strategis

Menurut Hurriyati (2008) pemilihan lokasi yang strategis memerlukan pertimbangan cermat terhadap beberapa faktor, yaitu :

1. Accessibility (Akses) 

Lokasi yang mudah dijangkau, seperti mudah dijangkau oleh konsumen dengan 

berkendara, atau berjalan kaki, atau dengan sarana transportasi umum. 

2. Visibility (Visibilitas) 

Lokasi dapat dilihat dengan jelas melalui jalan terbuka. 

3. Traffic (Lalu lintas) 

4. Tempat parkir yang luas dan aman 

5. Expansion (Ekspansi) 

Tersedianya tempat yang cukup apabila terjadi keputusan untuk memperluas

usaha di kemudian hari. 

6. Environment (Lingkungan). 

7. Lokasi pesaing 

8. Peraturan pemerintah 


3. Persyaratan legislasi wilayah terkait K3 dalam kegiatan pemasaran

Dasar pelaksanaan K3 antara lain :

1. Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas.

2. Setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu jaminan keselamatan.

3. Setiap sumber-sumber produksi yang digunakan secara efisien dan efektif.

4. Pengurus / Pimpinan perusahaan diwajibkan memenuhi dan mematuhi semua syarat-syarat dan ketentuan K3 yang berlaku pada perusahaan dan tempat kerja yang dijalankan.

5. Setiap orang yang memasuki tempat kerja diwajibkan mentaati semua persyaratan K3. 


4. Konsep dan kegunaan saluran distribusi

Saluran distribusi dapat diartikan sebagai pengalihan kepemilikan produk, baik secara langsung maupun tak langsung, dari produsen kepada konsumen. Kegunaan saluran distribusi antara lain :

1. Mengembangkan dan menyebarkan komunikasi persuasive untuk merangsang pembelian

2. Mencapai persetujuan akhir mrngenai harga dan syarat lain

3. Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanan fungsi saluran pemasaran tersebut

4. Mengatasi transfer kepemilikan actual dari suatu organisasi

5. 5. Jenis-jenis Saluran Distribusi

-       Saluran Distribusi Langsung

Produsen – Konsumen

Saluran Distribusi Langsung atau kadang disebut juga dengan Saluran Tingkat Nol yaitu saluran distribusi yang tidak memiliki tingkat perantara. Dalam kerangka kerja ini, produsen menjual barang dagangannya langsung ke pelanggan tanpa menggunakan perantara sama sekali.

-       Saluran Distribusi Tidak Langsung

Ketika produsen melibatkan perantara atau orang tengah untuk menjual produknya kepada pelanggan akhir, maka saluran distribusi yang digunakan ini disebut dengan saluran tidak langsung. Saluran tidak langsung dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu :

Saluran Satu Tingkat (One Level Channel)

Produsen – Pengecer – Konsumen

Saluran satu tingkat berisi satu perantara penjualan yaitu pihak pengecer (retailer). Pengecer membeli produk dari produsen dan kemudian menjualnya kepada pelanggan. Saluran distribusi satu tingkat berfungsi paling baik bagi produsen yang bergerak di bidang barang belanjaan seperti pakaian, sepatu, perabot rumah tangga, mainan dan lain-lainnya.

Saluran Dua Tingkat (Two Level Channel)

Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Pedagang besar atau grosir membeli produk secara massal dari produsen,kemudian membaginya menjadi paket-paket kecil dan menjualnya ke pengecer yang akhirnya menjual produk-produk tersebut kepada pelanggan akhir atau konsumen.

Saluran Tiga Tingkat (Three Level Channel)

Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Pelanggan

Saluran distribusi tiga tingkat melibatkan agen selain pedagang grosir dan pengecer yang membantu dalam penjualan produk. Agen-agen ini berguna ketika suatu produk perlu bergerak cepat ke pasar dengan segera setelah pesanan ditempatkan. Mereka diberi tugas untuk menangani distribusi produk di wilayah atau kabupaten tertentu dengan imbalan komisi persentase tertentu. Agen tersebut dapat dikategorikan menjadi super stockiest serta agen pembawa dan penerusan. Kedua agen ini menyimpan stok atas nama perusahaan. Stockist super membeli stok dari produsen dan menjualnya ke grosir dan pengecer di daerah mereka. Sedangkan agen pembawa dan penerusan bekerja berdasarkan komisi dan menyediakan gudang dan keahlian pengiriman untuk pemrosesan pesanan dan pengiriman jarak jauh. Produsen memilih saluran pemasaran tiga tingkat ketika basis pengguna tersebar di seluruh negeri dan permintaan produk sangat tinggi.

Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

Efektifitas mempunyai pengertian yaitu menunjukkan taraf tercapainya suatu tujuan atau dengan kata lain efektif dapat diartikan sebagai hasil yang diharapkan, semakin besar hasil yang diraih berarti semakin menjadi efektif. Untuk dapat mengetahui tingkat efektifitas antara saluran distribusi langsung dengan saluran distribusi tidak langsung, dapat dengan membandingkan biaya distribusi yang dikeluarkan dengan volume penjualan yang dihasilkan Suara Merdeka. Apabila hasil yang diperoleh dari pembagian biaya distribusi dengan volume penjualan didapat jumlah yang besar, maka saluran distribusi tersebut tidak efektif. Karena hal tersebut berarti untuk melakukan penjualan tiap eksemplar dibutuhkan biaya yang besar. Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

-       Vertical marketing system (VMS)

-       Corporate VMS

-       Administered VMS

-       Contractual VMS

-       orizontal marketing system (HMS)

7.      Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi

Strategi manajemen konflik dalam saluran distribusi Tjiptono (2002:215) konsep sistem pada distribusi mensyaratakan adanya kerja sama antarsaluran. Meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga kekuatan sehingga di antara anggota saluran sering terjadi perselisihan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal.

a. Konflik Horizontal Konflik ini terjadi di antara para perantara yang sejenis. Konflik horizontal bisa berupa:

1. Konflik antar perantara yang menjual barang sejenis

2. Konflik antar peranta yang menjual barang yang berbeda

Sumber konflik biasanya karena ada perantara yang memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.

b. Konflik Vertikal Konflik ini terjadi antar anggota saluran distribusi dan terdiri dari:

1. Konflik antara produsen dan pedagang grosir

2. Konflik antara produsen dan pengecer

Penyebab Konflik Saluran antara lain:

1.Ketidakselarasan tujuan

2. Peran dan hak yang tidak jelas

3. Perbedaan persepsi

4. Ketergantungan parantara pada produsen

Je

Komentar

Postingan Populer