Penanaman dengan Teknik Hidroponik

      Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas. Sistem hidroponik bisa digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan lahan yang semakin tahun semakin sempit. Diharapkan hidroponik mampu menjadi manfaat untuk masa depan karena mampu diberdayakan dalam kondisi lahan sempit.
      Seperti halnya yang dilakukan oleh pemateri kita pada kuliah tamu mata kuliah kewirausahaan Progam Studi Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura Bapak Mehdi Reza SE. Bapak Mehdi berkeinginan untuk menciptakan produksi sayur organik pertama di Surabaya dengan bermodal materi hidroponik selama 5 hari di Jakarta yang cukup eksis bapak Mehdi membuka usaha kecil perkebunan hidoponik pertama di Surabaya. Dengan modal awal sejumlah 200 juta pemilik bisa menghasilkan 3.5 ton selada dalam sebulan dengan harga jual Rp30.000,00 – Rp50.000,00/kg. Keuntungan yang didapatkan oleh pemilik berbalik modal 100% sehingga dapat membayar karyawan dengan gaji kurang lebih 2 juta setiap karyawan.

* Macam - Macam Hidroponik
• Static solution culture (kultur air statis)
• Continuous-flow solution culture, contoh: NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
• Aeroponics
• Passive sub-irrigation
• Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
• Run to waste
• Deep water culture
• Bubbleponics
• Bioponic

* Media Tanam
      Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah:
• Arang sekam
• Spons
• Expanded clay
• Rockwool
• Sabut (Coir)
• Perlite
• Batu apung (Pumice)
• Vermiculite
• Pasir
• Kerikil
• Serbuk kayu atau disebut serbuk gergaji

* Keuntungan Teknik Hidroponik
• Tidak membutuhkan tanah
• Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya dijadikan akuarium
• Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien
• Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
• Memberikan hasil yang lebih banyak
• Mudah dalam memanen hasil
• Steril dan bersih
• Media tanam dapat digunakan berulang kali
• Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
• Tanaman tumbuh lebih cepat

Komentar

Postingan Populer