Produksi dan Proyeksi Keuangan
Hai Gays...!!! Selamat datang di blog saya, kali ini saya akan mengulas materi tentang Produksi dan Proyeksi Keuangan
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
Proses produksi merupakan salah satu tahapan penting dalam sebuah usaha yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan. Sebelumnya melakukan produksi, pastikan seluruh biaya dihitung dengan benar yang bertujuan supaya tidak terjadi kerugian. dalam memproduksi suatu barang atau jasa seorang pengusaha harus mengetahui sumberdaya utama yaitu:
1. Peralatan yang di gunakan
Dalam membuat suatu produk pasti dibutuhkan alat-alat untuk mendukung proses produksi. Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan. terdapat juga beberapa biaya-biaya yang harus dikeluarkan pada awal usaha supaya usahanya berjalan lancar, seperti;
a. Biaya promosi awal
b. Biaya sewa tempat
c. Biaya resiko
d. Uang untuk membeli bahan baku awal produksi
2. Memahami dengan pasti alur proses produksinya
Untuk memastikan barang atau jasa yang di produksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus memahami setiap tahapan dalam produksi yang dilakukan.
Biaya Produksi
Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya produksi merupakan biaya tetap karena besar kecilnya biaya tergantungdari sedikit atau banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Dalam menghitung biaya produksi ada 3 hal yang harus diperhitungkan yaitu;
- Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL) : Bahan baku utama yang digunakan dalam produksi yang tidak bisa digantikan dengan bahan lain.
- Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL) : Biaya untuk membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk.
- Biaya Pendukung : Semua biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja lagsung.
Maka jika tiga biaya- biaya di atas di jumlah total tiga biaya tersebut disebut Harga Pokok Penjualan atau di singkat HPP
RUMUS HPP = (A) + (B) + (C)
Menetapkan Harga Jual
Seorang pengusaha harus menentukan harga jual suatu produk, karena biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Menetapkan harga jual dilakukan dengan cara menghitung berapa biaya produksi dan berapa jumlah produk yang dihasilkan lalu menghitung harga jual supaya tidak mengalami kerugan.
Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional
Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap, karena biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya.
Perhitungan Untuk Menutup Operasional
Biaya operasional sangat di mungkinkan keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional (BEP).
RUMUS BEP = Total Biaya Operasional
Laba Kotor Per Unit
Perhitungan Balik Modal
Hal ini dilakukan supaya seorang pengusaha bisa mengetahui kapan modal seorang pengusaha kembali.
RUMUS Balik Modal (Unit) = Total Biaya Memulai
Laba Kotor Per Unit
Demikian ulasan yang dapat saya berikan, sekian dan semoga bermanfaat.
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
Proses produksi merupakan salah satu tahapan penting dalam sebuah usaha yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan. Sebelumnya melakukan produksi, pastikan seluruh biaya dihitung dengan benar yang bertujuan supaya tidak terjadi kerugian. dalam memproduksi suatu barang atau jasa seorang pengusaha harus mengetahui sumberdaya utama yaitu:
1. Peralatan yang di gunakan
Dalam membuat suatu produk pasti dibutuhkan alat-alat untuk mendukung proses produksi. Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan. terdapat juga beberapa biaya-biaya yang harus dikeluarkan pada awal usaha supaya usahanya berjalan lancar, seperti;
a. Biaya promosi awal
b. Biaya sewa tempat
c. Biaya resiko
d. Uang untuk membeli bahan baku awal produksi
2. Memahami dengan pasti alur proses produksinya
Untuk memastikan barang atau jasa yang di produksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus memahami setiap tahapan dalam produksi yang dilakukan.
Biaya Produksi
Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya produksi merupakan biaya tetap karena besar kecilnya biaya tergantungdari sedikit atau banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Dalam menghitung biaya produksi ada 3 hal yang harus diperhitungkan yaitu;
- Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL) : Bahan baku utama yang digunakan dalam produksi yang tidak bisa digantikan dengan bahan lain.
- Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL) : Biaya untuk membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk.
- Biaya Pendukung : Semua biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja lagsung.
Maka jika tiga biaya- biaya di atas di jumlah total tiga biaya tersebut disebut Harga Pokok Penjualan atau di singkat HPP
RUMUS HPP = (A) + (B) + (C)
Menetapkan Harga Jual
Seorang pengusaha harus menentukan harga jual suatu produk, karena biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Menetapkan harga jual dilakukan dengan cara menghitung berapa biaya produksi dan berapa jumlah produk yang dihasilkan lalu menghitung harga jual supaya tidak mengalami kerugan.
Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional
Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap, karena biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya.
Perhitungan Untuk Menutup Operasional
Biaya operasional sangat di mungkinkan keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional (BEP).
RUMUS BEP = Total Biaya Operasional
Laba Kotor Per Unit
Perhitungan Balik Modal
Hal ini dilakukan supaya seorang pengusaha bisa mengetahui kapan modal seorang pengusaha kembali.
RUMUS Balik Modal (Unit) = Total Biaya Memulai
Laba Kotor Per Unit
Demikian ulasan yang dapat saya berikan, sekian dan semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar