Studi Kelayakan Finansial dan Penerapan Produksi Bersih
Industri Gula
*Analisis Ekonomi Pemanfaatan Air Imbibisi
Pengurangan penambahan air imbibisi dari 30% menjadi 25% secara teoritis dapat meningkatkan konsentrasi nira mentah dari 7,54% menjadi 9,67% polaritas, dan untuk pabrik gula dengan kapasitas 4.000 TTH dapat menurunkan kebutuhan energi untuk penguapan air dalam nira senilai Rp 1,8 miliyar/tahun. Penurunan jumlah penambahan air ambibisi dari 30% menjadi 25% juga dapat menurunkan kadar air dalam ampas dari 51% menjadi 50% dan meningkatkan nilai kalor ampas 56 kkal/kg, menghemat penggunaan IDO (minyak diesel) senilai Rp 2,3 milyar/tahun.
Kehilangan uap sebesar 11,7% atau sekitar 110,45 kg per ton tebu giling (= Rp 13 milyar/tahun) berpotensi untuk direduksi melalui good house-keeping pada instalasi boiler berupa perbaikan kebocoran pada pipa aliran uap.
Manajemen penggunaan air pada beberapa tahapan proses juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi. Pengurangan penambahan air imbibisi dari 30% menjadi 25%, misalnya dapat menghemat sebesar Rp 7.840.000/tahun.
Sumber:
Indrasti, N.S.et al. 2006. Panduan Praktis Industri Gula. Jakarta. Kementrian Negara Lingkungan Hidup.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerimakasih min
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusBermqnfaat
BalasHapus